Teknologi

10% Pengguna Layanan Streaming Video Berhenti Berlangganan Setiap Bulan

ACN Media, Jakarta – Layanan streaming video Walt Disney Co., Disney +, mengatakan bahwa sampai bulan November mereka telah mendapatkan 10 juta pelanggan, namun itu jauh di atas harapan. Jumlah tersebut dikaitkan karena adanya serial spin-off Star Wars The Mandalorian sehingga mendongkrak pengguna baru mendaftar. Sekarang perusahaan hiburan terbesar di dunia tersebut harus mencari cara untuk mencegah orang berhenti berlangganan setelah musim terakhir seri itu pada 27 Desember atau ketika uji coba gratis mereka berakhir.

Semua orang ingin menjadi Netflix Inc. berikutnya, dengan 158 juta pelanggannya di seluruh dunia. Selain Disney, Apple telah memperkenalkan layanan streaming sendiri, lalu Comcast dan AT&T akan mengikuti awal tahun depan. Tetapi layanan seperti itu memiliki beberapa tingkat pembatalan berlangganan tertinggi di antara bisnis berbasis langganan, mengacu pada data Recurly, perusahaan yang menyediakan bantuan layanan penagihan pelanggan.

“Hanya sekitar sepertiga pelanggan bertahan setelah uji coba gratis habis, dan sekitar 10% pelanggan berhenti layanan streaming video setiap bulan — dua kali lipat tarif untuk game, musik, dan hiburan lainnya.” kata Dan Burkhart, CEO Recurly. 

Uji coba gratis adalah bagian dari pemasaran. Apple Inc. memberikan gratis Apple TV selama satu tahun kepada siapa saja yang membeli perangkat baru. Disney menjalin kemitraan dengan Verizon Communications Inc. untuk menawarkan satu tahun gratis Disney+ kepada 17 juta pelanggan telepon dan internet kelas atas Verizon. Beberapa bisnis serupa juga menawarkan diskon berbagai layanan. Hal ini telah membuat beberapa investor bertanya-tanya apakah gratis adalah strategi yang tepat. “Apakah tawaran ini mengikis kesediaan pelanggan untuk membayar konten dalam jangka panjang?” 

Baca Juga :  Telkomsel Gandeng Aplikasi E-learning Hadirkan Paket Bebas Akses 30GB Tanpa Biaya Bagi Pelajar Dan Mahasiswa

Kevin Mayer, kepala bisnis layanan konsumen Disney, mengatakan dia sudah belajar banyak dari akuisisi atas saham mayoritas perusahaan, termasuk tentang perlunya memantau kebiasaan menonton pelanggan untuk melihat apakah mereka sudah berhenti menonton. Perusahaan dapat mencoba untuk membuat audiens tetap terlibat dengan menyoroti program mendatang yang mungkin menarik bagi mereka. Disney telah melangkah lebih jauh dengan menyarankan pelanggan berlangganan paket TV senilai $ 55 per bulan selama musim sepak bola dan kemudian beralih ke yang lebih murah tanpa olahraga di akhir musim.

Pada akhirnya, pergeseran ke model direct-to-consumer akan dimenangkan oleh perusahaan dengan konten terbaik.

Richard Broughton, direktur riset di Ampere Analysis, sebuah perusahaan konsultan media, mengatakan layanan-layanan streaming populer meluncurkan serial baru setiap minggu. Orang lebih suka menonton program baru yang biasa-biasa saja daripada serial yang lama, katanya secara kritis. Dorongan Disney dengan serial The Mandalorian tidak akan bertahan selamanya. Ketika kesepakatan perusahaan dengan Verizon berakhir, Broughton mengatakan, “akan ada gelombang pembatalan kecuali Disney menjatuhkan sejumlah seri baru.”

Baca Juga :  Good Doctor Dan GrabHealth Kolaborasi Mengadakan Rapid Tes Dan PCR Gratis

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks