Startup

15 Startup Indonesia Dalam “LinkedIn Top Startups 2021”, Siapa Saja?

ACN MediaLinkedIn merilis daftar berisikan startup di Indonesia yang sedang berkembang dan yang menarik minat investor dan karyawan. Daftar bertajuk “LinkedIn Top Startups 2021” mengukur sejumlah startup berdasarkan empat pilar, di antaranya pertumbuhan lapangan kerja, engagement, minat kerja, dan daya tarik atas talenta terbaik perusahaan.

LinkedIn membuat syarat perusahaan rintisan yang bisa masuk daftar, yakni harus berusia 7 tahun atau lebih muda, memiliki setidaknya 50 karyawan, berstatus swasta dan berkantor pusat di Indonesia.

Startup bisa menjadi tempat yang bagus untuk mendapatkan pengalaman, mengembangkan karier, dan membangun keterampilan penting. Namun, bisa menjadi pertaruhan bagi investor, karena sejumlah penelitian menunjukkan bahwa 90 persen startup bisa gagal. Berikut daftar 15 startup yang di rilis oleh LinkedIn:

1. Sociolla

Startup bidang Beautytech yang punya ekosistem lengkap untuk dunia kecantikan di Indonesia ini ditempatkan sebagai peringkat pertama jajaran startup pilihan LinkedIn.

Startup dengan ciri khas bernuansa pink ini tidak hanya menjadi favorit bagi kalangan pecinta kecantikan Indonesia, nyatanya juga menjadi tempat yang paling banyak diincar oleh calon pekerja melalui platform LinkedIn.

Pasalnya sejak berdiri enam tahun lalu, Social Bella, induk perusahaan dari Sociolla bertumbuh sangat cepat. Dalam periode 6 tahun, Social Bella kini telah memiliki lima pilar bisnis yang terus berkembang diperkirakan telah melayani kebutuhan sekitar 42 juta pengguna selama 2020.

Sociolla juga mampu menunjukkan resiliensi model bisnisnya melalui sejumlah pencapaian besar di tengah pandemi. Mulai dari pendanaan pada Juli 2020 dan Mei 2021, ekspansi ke pasar internasional pertama Vietnam di Oktober 2020, dan pembukaan hingga 25 Sociolla omnichannel store baru yang tersebar di seluruh Indonesia dalam tahun ini.

2. Kopi Kenangan

Kopi Kenangan dianggap sukses mengisi ceruk kesenjangan harga antara kopi mahal bertaraf peritel internasional dan kopi instan kemasan yang disajikan di warung-warung kopi.

Kopi Kenangan sebagai brand kopi kekinian semakin populer dan dikenal masyarakat luas seiring dengan perkembangan bisnisnya yang pesat, khususnya semenjak mendapatkan suntikan dana dari beberapa modal ventura, seperti Sequoia India, Arrive, Serena Ventures dan Alpha JWC Ventures.

3. Sayurbox

Sayurbox menjalankan kegiatan usaha penjualan retail dan distribusi sayur, buah, daging dan kebutuhan sehari-hari melalui media platform online. Sejak beroperasi tahun 2017, Sayurbox fokus menghadirkan beragam bahan yang segar dan sehat melalui kerjasama dengan ribuan petani dan mitra.

Awalnya, SayurBox hanya memasarkan produk secara terbatas melalui WhatsApp dan Instagram kemudian berkembang dengan menambah produk konvensional serta bekerja sama dengan usaha kecil.

Kini, Sayurbox melayani masyarakat di Jabodetabek dengan 50.000 pelanggan yang didominasi oleh konsumen rumah tangga. Di tahun 2017, Sayurbox berhasil memenangkan kompetisi startup Seedstarts Jakarta dan mendapatkan pendanaan lebih dari US$ 2 juta atau sekitar Rp28 miliar.

4. Ajaib

Literasi keuangan digital semakin diminati oleh masyarakat. Hal ini pula yang mendorong Ajaib, platform wealthtech berhasil turut mendemokratisasikan akses untuk berinvestasi di Indonesia.

Dengan kelebihan tanpa setoran minimum untuk membuka akun, Ajaib menjadi platform aplikasi investasi populer yang telah memiliki pengguna lebih dari 1 juta orang. Di tengah tantangan pandemi ternyata membuka peluang yang tinggi dimana ditunjukkan oleh antusiasme banyaknya investor baru.

Hal ini turut mendongkrak kinerja Ajaib secara signifikan dan menempatkan Ajaib sebagai broker saham terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan frekuensi perdagangan di Maret 2021 dengan total lebih dari 10 juta transaksi.

Selain didukung iklim investasi saham yang bergairah, perusahaan juga memiliki strategi growth hacking yang kencang. Terbukti lewat aktif menggandeng berbagai selebritas dari lokal maupun luar negeri sebagai brand ambassador untuk menarik perhatian. Ajaib bahkan menggandeng Kim Seon-Ho, aktor pemeran Han Ji-Pyeong dalam drama Start-Up.

5. Flip

Flip dikenal sebagai aplikasi untuk melakukan transfer beda bank tanpa biaya, pengiriman uang ke luar negeri, pembelian pulsa dan paket data, token listrik, serta pengisian saldo e-Wallet.

Startup ini membesarkan pasar jangkauannya di tahun ini dengan meluncurkan Flip Global, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna bisa mengirim uang ke luar negeri yang mencakup ke 10 negara.

Sebagai layanan keuangan, Flip juga banyak digunakan oleh pengguna berbasis korporasi untuk beragam kebutuhan pembayaran, seperti pembayaran gaji, pembayaran tender, maupun refund. Tercatat lebih dari 340 perusahaan telah menggunakan layanan Flip untuk mempermudah kebutuhan pembayaran korporasi.

6. Lemonilo 

Startup makanan kesehatan, Lemonilo menjual produknya baik secara online maupun di toko fisik dan dalam misi untuk membuat gaya hidup sehat tersedia untuk semua orang. 

7. Ruangguru 

Ruangguru adalah perusahaan teknologi yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan di Indonesia dengan 15 juta pengguna dan mengelola lebih dari 300.000 guru di lebih dari 100 bidang studi. Pada April 2021, perusahaan mendapatkan investasi sebesar US$55 juta. 

Sejak sebelum pandemi hingga sekarang, Ruangguru telah bekerja sama dengan 77 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia, termasuk daerah 3T, untuk memperkenalkan penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar Menurut data Holoniq, platform pengumpul data startup edutech global, kapitalisasi pasar edutech Asia Tenggara mencapai US$ 480 juta (sekitar Rp 6,82 triliun) dalam kurun 2015—2020. 

Adapun, putaran pendanaan terbesar dipegang oleh Ruangguru dengan capaian US$ 150 juta (Rp 2,1 triliun) atau sepertiga dari kapitalisasi sektor edutech di Asia Tenggara.

8. Mamikos 

Mamikos merupakan platform listing untuk kost di Indonesia, di mana penyewa menyewa kamar dan berbagi tempat tinggal bersama dengan penghuni lain di gedung yang sama. Pada kuartal I/2021—kuartal II/2021 yang menunjukan produktivitas dan permintaan akan kebutuhan hunian mereka mengalami kenaikan sekitar 20 persen—25 persen setiap bulannya. 

9. TaniHub 

Startup agritech ini mampu membantu petani mendapatkan lebih banyak untuk pekerjaan mereka dengan memotong perantara tradisional dalam proses penjualan. Pasar daringnya memungkinkan perusahaan seperti restoran dan pedagang untuk memesan produk langsung dari petani dan mengirimkannya ke depan pintu mereka.

Beberapa waktu lalu, TaniHub telah mendapatkan pendanaan seri B senilai US$65,5 juta atau sekitar Rp932 miliar. TaniHub berencana untuk serius mengkaji merger dan akuisisi setelah meraih pendanaan seri C, dengan kemungkinan perusahaan menggalang investasi baru tahun depan. 

10. Andalin 

Andalin bertujuan untuk mempermudah impor dan ekspor bagi perusahaan melalui platform mereka. Ini telah melayani lebih dari 300 perusahaan dari bisnis kecil hingga perusahaan besar seperti Hitachi dan Electrolux.

11. Shipper 

Pada akhir kuartal II/2021, Shipper Indonesia berhasil mengelola 222 gudang berbasis teknologi yang tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia. Jumlah ini terus bertumbuh dari sebelumnya hanya 161 gudang dengan total luasan lahan lebih kurang 400.000 m2. Kegiatan operasional pergudangan Shipper telah mendapatkan Sertifikasi Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001:2015. Sama seperti Amazon, Shipper ingin memberikan layanan logistik terbaik dengan menggunakan sistem manajemen pergudangan berteknologi robotic untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan barang yang canggih dan ekonomis. 

12. Ula Ula 

bertujuan untuk membantu mengurangi ketidakefisienan yang dihadapi pemilik usaha kecil dalam mencari dan membeli inventaris, dengan memungkinkan mereka membeli persediaan toko secara grosir. 

13. HappyFresh 

HappyFresh adalah toko bahan makanan daring yang berkantor pusat di Jakarta dan beroperasi di Jadetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang dan Bali. Mereka juga sudah melakukan ekspansi ke Malaysia dan Thailand. Adapun, jasa yang diberikan adalah layanan belanja daring kebutuhan rumah tangga untuk pribadi maupun kebutuhan dapur untuk perusahaan. 

Pada Juli 2021, HappyFresh menyebutkan pendanaan seri D sebesar US$ 65 juta akan digunakan perusahaan untuk peningkatan operasi bisnis. Pendanaan ini dipimpin oleh Naver Financial Corporation dan Gafina B.V., diikuti oleh STIC, LB, dan Mirae Asset Indonesia and Singapore. Investor lainnya yang juga berpartisipasi adalah Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund and Z Venture Capital.

14. CoLearn

Startup edtech ini bertujuan untuk membuat pembelajaran jarak jauh lebih nyaman, terutama selama penutupan sekolah pandemi. Siswa dapat memperoleh bantuan untuk pekerjaan rumah dan ujian dari tutor yang mengadakan kelas langsung dan mengunggah video di aplikasi.

15. BukuWarung 

BukuWarung membantu usaha kecil menjadi digital dengan lebih mudah, dengan menyediakan alat keuangan seperti akuntansi, faktur, dan pembayaran online di platform mereka. Dalam waktu kurang dari 6 bulan sejak berdiri, perusahaan memproses transaksi pembayaran tahunan senilai US$1,4 miliar. Hingga saat ini BukuWarung telah melayani 6,5 juta pedagang UMKM di seluruh Indonesia, dan sedang dalam tahap pertumbuhan yang tepat untuk memproses volume pembayaran tahunan senilai US$10 miliar pada 2022.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks