Entrepreneur

2021 Akan Banyak Tumbuh Perusahaan Rintisan Baru

ACN Media – Tahun 2021 mendatang dinilai oleh pengamat akan menjadi akselerator untuk lahirnya perusahaan rintisan (startup) baru. Prospek masyarakat untuk terjun ke dunia startup diprediksi akan semakin ramai.

Baca juga: Gojek Akuisisi 22% Saham PT Bank Jago Tbk

Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo), Handito Joewono menuturkan alasan yang melandasi pada 2021 pemain-pemain startup baru akan mulai bermunculan.

Handito menjelaskan bahwa hadirnya Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund tahun depan akan menjadi katalisator yang mengubah tren pendanaan ke perusahaan rintisan sehingga membuka keran besar hadirnya startup baru.

“Melihat skema pendanaan pemerintah ini makin kuat dan saya dapat kabar mereka memang akan fokus mengurus startup. Ini akan jadi kendaraan yang baik bagi startup dan tidak akan tergantung pada investor asing,”

Lebih lanjut, Handito menjelaskan bahwa ekosistem instrumen pendanaan startup yang makin mendukung ekosistem termasuk rencana LPI dan Sovereign fund. Menurutnya, pada semester II/2021 akan hadir banyak startup-startup baru. Tantangannya adalah kemampuan mengelola bisnis, tidak terpaku pada ide kreatif atau bikin aplikasi saja.

“Di luar itu regulator khususnya OJK juga makin sadar mengeluarkan POJK baru utk memperkaya instrumen investasi yang bisa mendanai startup ataupun UMKM,” ujar Handito.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo), Edward Ismawan Chamdani mengatakan bahwa minat tersebut didorong lantaran posisi Indonesia yang menjadi fokus investasi setelah China dan India makin menjadi kenyataan.

Baca juga: Akuisisi Trukita, Waresix Jadi Penyedia Teknologi Logistik Terbesar di Indonesia

“Para pemain telah membuktikan bisa terus berkembang beserta animo para venture capital yang masuk ke banyak perusahaan startup di fase awal dan menengah membuat pipeline startup ekosistem Indonesia makin sehat,” ujar Edward.

Lebih lanjut, Edward menjelaskan bahwa langkah India yang mempersulit investor China untuk menginvestasikan uang di perusahaannya telah meningkatkan ketegangan di perbatasan India-China.

Founder Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (ADITIF), Saga Iqranegara mengatakan adopsi penggunaan teknologi yang makin tinggi akibat pandemi Covid-19 menjadi pendorong lahirnya startup baru.

Lebih lanjut Saga mengatakan bahwa akan lahir startup-startup baru di bidang pendidikan, kesehatan, keuangan, dan agrikultur. Pasalnya, menurutnya pada bidang tersebut Indonesia telah memiliki ekosistem industri yang sudah siap, baik dari sisi talenta, teknologi, infrastruktur, dan permodalan.

“Ini hal yang baik untuk ekosistem industri startup digital karena dengan banyaknya pemain akan mendorong kompetisi yang itu baik juga untuk bisnis,” tutup Saga

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks