Teknologi

Bangun Ulang Reputasi dan Bersiap Comeback, Softbank Tengah Jajaki Kandidat Investasi Baru

Softbank (Getty Images)

ACN Media – Perusahaan modal ventura asal Jepang Softbank  sedang membangun kembali reputasinya sebagai investor startup. SoftBank merancang untuk comeback setelah beberapa investasinya sempat salah langkah dan penurunan ekonomi dunia terkait dampak pandemi.

Baca juga: iSeller Mendapat Suntikan Pendanaan dari Mandiri Capital Indonesia dan Openspace Ventures

Softbank tetap mencari perusahaan startup potensial yang menjanjikan untuk menanamkan investasi, di tengah pandemi Covid-19. Pendiri Softbank, Masayoshi Son mengatakan dia bisa merasakan ada atau tidaknya potensi saat berbicara dengan pengusaha startup.

Saat ini Softbank berinvestasi pada perusahaan yang berbasis di Beijing, KE Holdings Inc atau dikenal Beike. Perusahaan yang go public pada Agustus ini terus naik hingga mampu mengangkat nilai saham Softbank menjadi 6,4 miliar dolar AS, return 375 persen.

Dilansir dari Bloomberg, Beike merupakan startup bidang properti yang berbasis di Beijing, China. Saham KE naik 20 persen sejak penutupan kuartal terakhir.

Pendiri SoftBank, Masayoshi Son, diyakini akan menyoroti perkembangan Beike ketika mengumumkan hasil pendapatan kuartalan pada 9 November. Pada bulan lalu, Son berbicara tentang Beike di SoftBank World, acara tahunan yang membicarakan perusahaan dan startupnya.

Beike menggunakan kecerdasan buatan untuk mencocokkan pembeli dan penjual di pasar properti China. “Ini adalah perusahaan luar biasa. Ia berkembang pesat dan sudah menghasilkan keuntungan besar,” ujar Son, menunjukkan grafik untuk merinci bisnis perusahaan.

Baca Juga :  Telkomsel Gandeng Aplikasi E-learning Hadirkan Paket Bebas Akses 30GB Tanpa Biaya Bagi Pelajar Dan Mahasiswa

Masayoshi Son juga tengah menjajaki kandidat investasi baru, yang kebanyakan dilakukan melalui konferensi video. Softbank telah mengumpulkan sekitar 50 miliar dollar AS secara tunai sejak April, melebihi targetnya sebesar 41 miliar dollar AS. Angka itu setara dengan Rp 710,5 triliun (kurs Rp 14.210).

Sementara itu, investasi besar Son di startup lainnya tidak begitu menguntungkan. Penjualan Arm hanya senilai 40 miliar dollar AS, termasuk biaya perpisahan 2 miliar dollar AS, kompensasi saham senilai 1,5 miliar dollar AS kepada karyawan Arm dan pembayaran 5 miliar dollar AS untuk SoftBank jika Arm memenuhi target keuangan tertentu. Jika komponen biaya tersebut tidak dimasukkan, harganya hanya 31 miliar dollar AS, mendekati yang SoftBank investasikan pada 2016 lalu. 

Selain itu sisa kepemilikan saham SoftBank pada saham T-Mobile bernilai 12,5 miliar dollar AS. Sedangkan Vision Fund yang mendekati 100 miliar dollar AS belum memberikan pengembalian yang diharapkan Son ketika mulai berinvestasi pada 2017.

Masyoshi Son mencetak prestasi di awal karirnya dengan mendukung Alibaba Group Holding Ltd dan Yahoo! Inc, namun reputasi SoftBank mengalami masalah setelah investasinya di perusahaan rintisan yang didanainya mengalami masalah. Di antaranya perusahaan berbagi tempat kerja, WeWork, yang menyebabkan rekor kerugian pada tahun fiskal lalu.

Baca juga: Hingga Kuartal III 2020 Total Pendanaan Startup Indonesia Mencapai Rp 26,6 Triliun

Baca Juga :  Bank Komersial Terbesar Thailand Melebarkan Sayap Ke Bisnis Pengiriman Makanan

Analis di Daiwa Securities, Yoshio Ando menjelaskan, saham unicorn kini menguat setelah investor terbiasa dengan pandemi Covid-19. “Kami memperkirakan, profil SoftBank Group akan berubah dramatis tahun ini. Kami berharap, perusahaan dapat menavigasi jalannya melalui dunia yang tidak diketahui investor,” katanya dalam laporan tanggal 26 Oktober.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks