Startup

Bonceng, Pendatang Baru Aplikasi Ride Hailing Pesaing Gojek Dan Grab

ACN Media, Jakarta – PT Swa Nusa Multimedia penyedia jasa ojek dan mobil online Bonceng, aplikasi ride hailing baru di Indonesia siap berkompetisi dengan layanan aplikasi ride hailing yang sudah lebih dulu eksis seperti Gojek dan Grab.

Bonceng lahir pada November 2018, namun baru resmi mulai beroperasi pada 10 Oktober 2019 dan berkantor pusat di Jakarta.

Dengan tagline ‘Ini Dia Yang Merah Putih’, Bonceng ingin mengusung tema nasionalisme dan membuat brand yang tidak terbebani dengan istilah kebarat-baratan dan dapat menunjukkan jati diri asli Indonesia. Warna dominan dari jaket dan helm pengemudi adalah warna merah dan putih.

Mengingat saat ini Gojek dan Grab sudah berkembang cukup pesat dan memiliki pangsa pasar yang luar biasa di berbagai kota di Indonesia. Cukup sulit jika Bonceng tidak menghadirkan sesuatu yang baru dan lebih berguna bagi kemajuan ataupun kemudahan pengguna aplikasi ojek online.

Salah satu strategi Bonceng bersaing di arena  online adalah pembebasan komisi tarif untuk mitra pengemudi.

Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Bonceng Faiz Nouval mengatakan, sebagai penyedia layanan berbasis aplikasi, pihaknya memegang prinsip bahwa fasilitas untuk konsumen dan pengemudi harus seimbang. Untuk itu, pihaknya membuat kebijakan, yaitu tidak mengambil komisi dari setiap pembayaran transaksi perjalanan.

Baca Juga :  Qoala, Startup Insurtech Mengumumkan Perolehan Pendanaan Seri A Sebesar US$ 13,5 Juta

Driver cukup memenuhi persyaratan untuk bisa online agar dapat menerima order. Setiap order transaksi yang terjadi sepenuhnya (100 persen) menjadi milik driver. Berapa pun transaksi yang diperoleh driver, Bonceng mengklaim tidak akan memotong satu rupiah pun.

Lebih lanjut, Bonceng juga memiliki tarif berbeda dengan aplikasi lain. Tarif yang dikenakan bukan per kilometer perjalanan, melainkan harga cluster berdasar radius jarak perjalanan yang dikelompokkan dalam beberapa harga yang bulat. Mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 15.000, Rp 20.000 dan seterusnya.

Selain itu, hal lain yang menjadi pembeda antara Bonceng dengan aplikasi lain adalah konsumen dapat memesan layanan penjemputan sesuai dengan waktu yang diinginkan hingga tujuh hari ke depan.

Baca Juga :  10 Besar Negara Ramah Startup. Indonesia Peringkat Berapa?

Konsumen bisa memesan lebih awal sesuai jam yang diinginkan. Contohnya, bila konsumen hendak pergi ke sebuah tujuan pada pukul 10.00 WIB, mereka bisa memesan beberapa jam sebelumnya. Ketika waktunya berangkat, konsumen tidak perlu sibuk memesan dan menunggu jemputan dalam waktu yang cukup lama.

Untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan, Bonceng juga memiliki panic button dengan ikon lonceng pada saat perjalanan. Bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, konsumen tinggal menekan tombol tersebut dan langsung akan terkoneksi dengan kantor polisi, layanan ambulans, hingga kontak kerabat terdekat.

Bonceng menggandeng LinkAja sebagai platform pembayaran, dimana LinkAja berkomitment untuk memberikan cashback bagi para customer LinkAja yang menggunakan layanan Bonceng.

Baca Juga :  Sequoia Capital Membuka Peluang Startup Lokal Lewat Surge Batch 3

Saat ini, penggunaan Bonceng masih terbatas di wilayah Jabodetabek. Namun, jumlah pengguna aktif Bonceng sudah cukup banyak, yakni hampir 30 ribu pengguna.

Bonceng membidik ekspansi hingga ke pelosok-pelosok. Pendekatan langsung kepada mitra pengemudi pun jadi strategi Boceng dalam mempromosikan diri, termasuk untuk menggaet lebih banyak mitra pengemudi.

 

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks