Bisnis

BRI Ventures Gandeng Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Luncurkan Program Mata Kuliah Modal Ventura

ACN Media – BRI Ventures berkolaborasi dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB meluncurkan program mata kuliah modal ventura pertama di Indonesia. Mata kuliah modal ventura ini akan diterapkan pada program sarjana dan pascasarjana SBM ITB di kampus Jakarta dan Bandung.

Mata kuliah modal ventura ini akan menjadi yang pertama kalinya diselenggrakan di Universitas di Indonesia sekaligus menjadi contoh kolaborasi universitas dengan industri di mana para pemimpin bisnis dapat berbagi wawasan dan keahlian dengan mahasiswa secara langsung yang dimana saat ini Indonesia sedang proses pengembangan ekosistem bisnis digital.

Program modal ventura di kampus bertujuan untuk memelihara pasar kerja baru pemodal ventura profesional di nusantara untuk sektor startup yang sedang berkembang. Kurikulum dirancang untuk membantu siswa belajar tentang prinsip-prinsip dasar investasi ventura, mendapatkan eksposur ke berbagai ekosistem startup, serta memahami blok bangunan keuangan yang terkait dengan siklus hidup startup.

CEO BRI Ventures yang juga veteran kapitalis ventura, Nicko Widjaja mengatakan, “Sepuluh tahun yang lalu, modal ventura tidak dianggap sebagai karir dan sekarang telah menjadi salah satu pencapaian ideal di kalangan mahasiswa bisnis lokal,”.

“Ada perubahan paradigma besar yang terjadi saat ini dalam perekonomian terutama dalam bisnis modal ventura. Saya berharap bisa bertemu dengan generasi pemodal ventura berikutnya di SBM ITB, seperti yang saya lakukan di UPH beberapa tahun lalu.” ujar Nicko.

Dekan Ekonomi dan Bisnis SBM ITB Prof. Utomo Sarjono Putro dalam keterangan menambahkan, “Program ini sangat selaras dengan misi SBM ITB yang bertujuan untuk membina para pemimpin dengan pola pikir kewirausahaan yang berdampak,”

Untuk diketahui, perusahaan-perusahaan modal ventura global dan regional saat ini sedang gencar untuk mengambil bagian dari pasar Indonesia, dan total pendanaan startup lokal telah melampaui USD 1,9 miliar. Berdasarkan data dari Amvesindo, nilai ini didapat dari 52 fundraising rounds pada kuartal ketiga tahun 2020.

About the author

Eric Kaeng

Founder and CEO of @asemcreativenetwork dan acnmedia.id, explore the latest tech, startups and business in South East Asia.

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks