Entrepreneur

Gerakan Indonesia Pasti Bisa Gagasan East Venture Berhasil Menghimpun Dana 10 Miliar Untuk Penanggulangan Wabah Covid-19

ACN Media, Jakarta – Inisiatif East Ventures menghimpun dana untuk pengembangan dan produksi 100.000 RT-PCR test kit buatan lokal melampaui target Rp 10 miliar. Dana tersebut terkumpul dalam waktu 4 pekan dan berasal dari lebih 2.000 individu dan korporasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Willson Cuaca, co-founder sekaligus Managing Partner East Ventures mengatakan, “Antusiasme yang ditunjukkan oleh individu dan pemimpin-pemimpin startup untuk terlibat dalam penggalangan dana kami adalah bukti semangat gotong royong dalam menanggulangi wabah Covid-19. Kami berterima kasih kepada semua donatur, sukarelawan, dan partner yang bekerja keras untuk gerakan Indonesia Pasti Bisa”.

Donatur korporasi dalam gerakan Indonesia Pasti Bisa, antara lain perusahaan digital lokal seperti Tokopedia, Sociolla, Waresix, Traveloka serta perusahaan pendanaan seperti East Ventures, EV Growth dan AC Ventures. Korporasi lain yang juga terlibat di antaranya Samora Group dan Triputra .

Dari komunitas internasional tercatat ada Pavilion Capital, Adams Street Partners dan CEO ByteDance, perusahaan pemilik aplikasi TikTok, Zhang Yiming.

Pengembangan dan produksi test kit Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) buatan Indonesia adalah salah satu proyek dari Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan COVID-19 (TFRIC19) bentukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Prototipe test kit RT-PCR dalam negeri dikembangkan oleh Nusantics, startup bioteknologi lokal yang bergerak di bidang genetika dengan dukungan Lembaga Eijkman dan Litbangkes. Purwarupa tersebut kemudian akan diproduksi oleh Bio Farma dan Indonesia International Institute for Life Science.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menyatakan fasilitas milik Bio Farma siap melakukan produksi massal RT-PCR test kit ini. Kapasitas terpasang pabrik Bio Farma di Bandung saat ini mencapai 15.000 test kit yang dikemas dalam 600 boks per harinya.

“Prototipe akan kami terima dalam waktu dekat ini dari Nusantics. Kemudian, Bio Farma akan memproduksi secara massal dalam jumlah besar yang akan memanfaatkan fasilitas produksi yang ada di Bio Farma termasuk proses pengujian (quality control), pengemasan (packaging), dan distribusi,” ujar Honesti.

Gerakan ini sejak awal April lalu menggalang dana senilai Rp10 miliar untuk menyediakan bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi 100.000 test kit RT-PCR COVID-19, untuk digunakan secara gratis. Sebagian dana juga akan digunakan untuk mendukung proses distribusi test kit dari pabrik ke pengguna.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks