Teknologi

Kembangkan Layanan Analisis Big Data, Bonza Raih Pendanaan Dari East Ventures

ACN Media, Jakarta – Startup penyedia layanan analisis big data, Bonza, meraih pendanaan tahap awal dari perusahaan modal ventura East Ventures.

Dua pendiri Bonza, Elsa Chandra dan Philip Thomas, sebelumnya sama-sama pernah bekerja di Traveloka. Di Traveloka, Elsa mengelola investasi, sementara Philip memimpin salah satu tim Data Science yang bertugas menerapakn model big data untuk pengembangan dan penyempurnaan produk.

Elsa dan Philip melihat manfaat model big data dalam pengambilan keputusan bisnis di Traveloka. Itu salah satu alasan mengapa mereka mendirikan Bonza, yakni untuk menggarap peluang dalam membantu perusahaan lain memanfaatkan big data secara efektif dalam pengambilan keputusan.

“Kami percaya ada gap signifikan antara riset terdepan di bidang ML dan AI dengan implementasinya di lapangan. Kami melihat Bonza sebagai jembatan untuk menutup gap tersebut,” ujar Elsa.

Misi perusahaan, kata Elsa, ialah membantu perusahaan menginterpretasikan data yang mereka punya dari berbagai sumber, mengintegrasikan data tersebut, dan menggunakan solusi ML dan AI untuk membantu mereka mengambil keputusan dalam skala optimal.

Co-Founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menambahkan, pihaknya tertarik untuk berinvestasi di Bonza, lantaran ada masalah yang banyak terjadi di dalam suatu perusahaan. Pengambilan keputusan dan menghitung dampak dari keputusan berdasarkan sumber informasi yang berbeda-beda, tidak terstruktur, dan tidak berurutan sangat sulit sekali. Hal ini menjadi tantangan di setiap sektor industri.

“Melalui investasi ini, Bonza diharapkan bisa membangun satu platform yang memudahkan pengambilan keputusan dan memonitor hasil keputusan tersebut dengan menyajikan insight, yang dihasilkan dari pemrosesan unstructured data,” ujarnya.

Bonza saat ini mengembangkan algoritma matematika untuk menampilkan peta laju pertumbuhan penularan virus corona atau Effective Reproduction Number (Rt) di seluruh provinsi Indonesia. Perusahaan ini memanfaatkan big data untuk menerjemahkan data dari berbagai sumber dan mengintegrasikan data tersebut. Mereka juga menggunakan mesin pembelajar (machine learning) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu klien mengambil keputusan.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks