Bisnis

Kredivo Akuisisi Bank Bisnis Internasional

Ki-ka: Alie Tan, Akshay Garg, dan Umang Rustagi

ACN Media – PT FinAccel Teknologi Indonesia tau yang dikenal dengan nama Kredivo telah mengakuisisi 24% saham PT Bank Bisnis International Tbk (BBSI) seharga Rp 551,31 miliar

Baca juga: Tiket.com Rencana IPO Akan Merger Dengan Special Purpose Acquisition Company

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Senin (24/5), Presiden Direktur PT Bank Bisnis Internasional Tbk. Laniwati Tjandra menyampaikan laporan perubahan kepemilikan saham perseroan per tanggal 21 Mei 2021.

Laniwati menyampaikan bahwa PT FinAccel Teknologi Indonesia melakukan transaksi pembelian saham perseroan pada 21 Mei 2021. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 726.367.057 lembar atau 24 persen setelah transaksi.

PT. Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) didirikan pada tanggal 16 Maret 1957 dengan nama Bank Ekonomi Nasional NV. Perusahaan menjalankan usaha sebagai bank umum swasta non devisa. Per 31 Desember 2019, Perusahaan memiliki 4 kantor cabang (termasuk kantor pusat) dan 3 kantor cabang pembantu.

Laniwati menjelaskan tujuan transaksi adalah untuk investasi. “Status kepemilikan saham adalah langsung,” jelasnya dalam laporan tersebut.

Masuknya PT FinAccel Teknologi Indonesia sebagai pemegang saham Bank Bisnis Internasional diyakini akan memberikan dampak positif kepada perseroan. Masuknya FinAccel ke Bank Bisnis setelah mengambil alih dari PT Sun Land Investama dan Sundjono Suriadi. Sehingga kepemilikan Sun Land yang awalnya 37,54 persen tersisa 19,76 persen, sedangkan Sundjono Suriadi yang semula 31,22 persen saat ini menjadi 25 persen.

Corporate Secretary Bank Bisnis Paulus Tanujaya mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan rencana bisnis perseroan dalam jangka pendek setelah masuknya Kredivo. Meski demikian, sinergi dengan Kredivo diharapkan akan positif untuk pengembangan bisnis perseroan. Apalagi Kredivo merupakan perusahaan peer to peer lending dengan jangkauan pasar yang lebih luas.

FinAccel didirikan tahun 2015 oleh Akshay Garg, Alie Tan, dan Umang Rustagi. FinAccel pertama kali memperoleh pendanaan Pre Seed pada akhir Januari 2016 dari GMO Ventures Partners dengan besaran tak diungkapkan. Pada Oktober 2017, FinAccel mendapat pendanaan Seri A dari Openspace Ventures, dan Jungle Ventures dengan besaran yang tak diungkapkan.

Baca juga: Bukalapak Akuisisi Startup Ecommerce Itemku

FinAccel kembali mendapatkan pendanaan pada 2018, kali ini merupakan putaran Seri-B sebesar US$ 30 juta dari Square Peg Capital, Jungle Ventures, 500 Startups, GMO Ventures Capital, Openspace Ventures, MDI Ventures, Alpha JWC Ventures, dan Atami Capital. Pada 2019 kembali mendapat investasi sebesar US$ 90 juta dalam pendanaan putaran Seri-C dari MDI Ventures, South Asia Growth Fund II (SAGFII), Swuare Peg Capital, Telkomsel Mitra Inovasi, Singtel Innov8, Cathay Innovation, Reinventure, Mirae Asset Global Investment, Kejora Capital, dan DST Partners.

About the author

Eric Kaeng

Founder and CEO of @asemcreativenetwork dan acnmedia.id, explore the latest tech, startups and business in South East Asia.

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks