Startup

McEasy Startup Penyedia Layanan Pelacakan Kendaraan Logistik Mendapatkan Pendanaan US$ 1,5 Juta Dari East Ventures

ACN Media – McEasy, startup penyedia solusi digital berbasis Software-as-a-Service (SaaS) untuk manajemen dan pelacakan kendaraan logistik, mengumumkan putaran pendanaan awal senilai Rp 22 miliar (US$ 1,5 juta) dari East Ventures.

Baca juga: Valuasi Mencapai Rp 14.2 Triliun, Xendit Bergabung Dalam Jajaran Unikorn Asia Tenggara

Dana segar ini akan digunakan McEasy untuk dua tujuan utama, yakni memperkuat divisi penelitian dan pengembangan untuk membangun teknologi logistik kelas dunia, serta divisi pemasaran dan penjualan untuk bisa menjangkau lebih banyak perusahaan yang bergerak di industri logistik dan rantai pasok di Indonesia.

McEasy didirikan oleh Raymond Sutjiono dan Hendrik Ekowaluyo. keduanya adalah teman dekat sejak kuliah Teknik Mesin di Purdue University, AS, dan juga pernah bekerja bersama-sama di Ford.

Pada akhir tahun 2018, Raymond dan Hendrik mengambil pivot menjadikan McEasy sebagai perusahaan digital untuk logistik dan transportasi B2B, karena keduanya memiliki pengalaman mengurus bisnis B2B. Sektor logistik dipilih karena potensi dan pertumbuhannya yang amat menjanjikan selama pandemi.

Raymond Sutjiono, Co-Founder McEasy. mengatakan, “Sejak tahun 2019, kami berfokus untuk menjadi katalis digitalisasi pada industri logistik dan rantai pasok di dalam negeri. Sistem pelacakan pintar memang bukan hal baru di dunia otomotif dan industri, namun kami tahu bagaimana cara mengintegrasikan hardware yang ada – mulai dari sensor hingga GPS – dengan platform kami untuk menjadi solusi tepat dari masalah di pasaran.

McEasy hadir menawarkan dua jawaban utama bagi kebutuhan industri: Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS), and Smart Driver Apps. VSMS merupakan solusi digital berbasis smart tracker untuk membantu operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan secara real-time. 

Sementara itu, TMS merupakan software-as-a-service untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan optimisasi proses pengiriman barang secara terpadu, sehingga keseluruhan proses menjadi lebih efisien. Melalui integrasi dalam Smart Driver Apps, pelanggan McEasy dapat melacak posisi kendaraan dan seluruh biaya operasional secara transparan, tanpa perlu repot untuk memeriksanya secara manual.

Kedua solusi ini dapat digunakan oleh para pelaku bisnis logistik, mulai dari perusahaan manufaktur & distribusi hingga perusahaan brand besar yang telah memiliki armada sendiri ataupun terintegrasi dengan vendor-vendor penyedia jasa logistik.

Pandemi yang telah berlangsung selama kurang lebih 1,5 tahun ikut mendorong pertumbuhan bisnis McEasy. Secara tidak langsung, berkat transformasi digital yang dihadirkan di sektor industri logistik, jumlah pelanggan perusahaan telah bertumbuh 10 kali lipat. 

Portfolio pelanggannya mencakup berbagai industri dan ukuran usaha, misalnya MGM Bosco untuk sektor rantai pasok dingin (cold-chain), Rosalia Indah Group untuk sektor transportasi publik, serta RPX dan FeDex Indonesia untuk sektor logistik last-mile di Indonesia.

Baca juga: SIRCLO Dapatkan Pendanaan US$ 36 Juta Dari East Ventures dan Saratoga

Kedepan, McEasy mempunyai misi untuk membuat sebuah ekosistem terintegrasi yang memudahkan para stakeholders mengoptimasi semua proses logistik dan rantai pasok.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks