Bisnis

Mendapat Suntikan Dana Sebesar US$ 400 Juta Dari Abu Dhabi, GoTo Group Masuk Daftar Tech Company Dengan Valuasi Tinggi

ACN Media – GoTo Group mendapatkan suntikan dana  segar dari dari anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) senilai US$ 400 juta atau setara dengan Rp 5,7 triliun. Pendanaan ini diperkirakan mampu mendongkrak valuasi perusahaan hingga US$ 28,5 miliar atau Rp 403 triliun.

Baca juga: Total Valuasi Mencapai USD 243 juta, Ajaib Menyandang Status Unikorn Dari Indonesia

Suntikan dana ini didapat menjelang GoTo Group akan melantai di dua bursa (dual listing) tahun depan. GoTo memang berencana mencatatkan penawaran saham perdana ke publik atau IPO di bursa dalam negeri dan Amerika Serikat (AS).

CEO GoTo Group, Andre Soelistyo menyambut baik ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan dan uang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO. “Sangat menyenangkan bagi kami untuk melihat ADIA dan investor global lainnya yang telah menjadi bagian dari gerakan GoTo,” beber Andre.

Pendanaan ini menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO Go To. Transaksi tersebut juga menjadi investasi pertama oleh Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, sekaligus menjadi investasi terbesarnya di Indonesia.

Pencapaian itu membuat GoTo masuk dalam daftar perusahaan teknologi bervaluasi tinggi di dunia. CB Insight pada medio Mei lalu juga menyebut perusahaan merger decacorn Gojek dan unicorn Tokopedia tersebut menargetkan meningkatkan valuasi hingga US$ 40 miliar atau sekitar Rp 565 triliun.

Melalui pendanaan ini, ADIA akan bergabung ke dalam daftar investor global GoTo, menyusul Alibaba Group, Astra International, Facebook, Global Digital Niaga (GDN), Google, KKR, Paypal, Sequoia Capital India, Sofbank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, dan Warburg Pincus.

ADIA yang berdiri pada 1976 bertugas menginvestasikan dana atas nama pemerintah UEA melalui strategi yang berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang. Investasi ADIA di GoTo merupakan investasi pertama terhadap perusahaan teknologi Asia Tenggara, dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.

Baca juga: Ula raih Pendanaan Seri B US$ 87 Juta, Pendiri Amazon Jeff Bezos Ikut Serta Menjadi Investor

ADIA memiliki portofolio pada sejumlah investasi seperti di sektor infrastruktur hingga sektor keuangan. Dikutip dari Crunchbase, jumlah Investasi ADIA mencapai 27 perusahaan yang tersebar di Amerika Serikat (AS), India, dan Eropa.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks