Internasional

Mengenal Aplikasi Clubhouse Yang Sedang Naik Daun

Aplikasi Clubhouse

ACN Media – Clubhouse, aplikasi obrolan suara menarik perhatian para pengguna media sosial.  Clubhouse tiba-tiba melejit, ini terjadi setelah tokoh teknologi sekaligus CEO Tesla Inc, Elon Musk, hadir dalam salah satu sesi diskusi yang diadakan di aplikasi itu.

Baca juga: Whitney Wolfe Herd CEO Bumble Jadi Miliarder Wanita Termuda

Seiring semakin banyaknya nama-nama tenar yang hadir di aplikasi itu, minat warganet untuk mengetahui dan kemudian ikut bergabung dengan Clubhouse juga semakin bertambah.

Konsep Fear of Missing Out (FOMO) atau ‘takut ketinggalan hal baru’ menjadi alasan di balik kepopuleran Clubhouse. Apabila pengguna tidak online ketika percakapan sedang berlangsung di Clubhouse, maka pengguna akan ketinggalan informasi terkini yang sedang dibicarakan, ini karena setelah percakapan selesai, chat room pun akan hilang. 

Selain itu, seperti yang telah disebutkan, Clubhouse menjadi tempatnya bagi tokoh-tokoh kenamaan untuk berkumpul dan mengutarakan gagasannya secara langsung.

Menurut David Bchiri, direktur dari firma konsultan Fabernovel yang berbasis di Amerika Serikat, kepopuleran Clubhouse juga berhubungan dengan waktu perilisan aplikasi itu yang dia nilai tepat.

Menurut Bchiri, peluncuran Clubhouse menjawab kebutuhan orang-orang yang membutuhkan platform untuk meluapkan ide, pikiran, dan emosinya mengenai pandemi Covid-19 dan protes ketidakadilan rasial yang saat itu tengah melanda Amerika Serikat. 

Era audio Kepopuleran Clubhouse juga didorong oleh konsepnya yang berbeda dengan platform-platform media sosial lain, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Clubhouse memungkinkan pengguna membuat dan bergabung dalam satu ‘ruang’ virtual untuk mengobrol dengan orang lain dalam panggilan konferensi yang besar. Aplikasi itu hanya memungkinkan komunikasi menggunakan audio, tanpa ada gambar, video atau bahkan pesan teks.

“Kita berada di era audio. Anak cucu kita tidak akan pernah memakai keyboard. Mereka tidak perlu berinteraksi dengan mesin menggunakan cara seperti itu. Semuanya akan dilakukan dengan perintah suara atau hanya dengan memikirkannya saja,” kata Bchiri. 

Konsep ini pun mulai dilirik oleh platform-platform media sosial lain. Twitter dikabarkan sedang menguji “Spaces”, ruang obrolan audio yang memungkinkan hingga 10 orang dapat berbicara, dengan jumlah penonton yang tidak terbatas. Facebook juga dikabarkan tengah berupaya untuk mengembangkan konsep serupa.

Saat ini calon pengguna Clubhouse hanya bisa bergabung dengan melalui undangan. Undangan hanya bisa dibuat oleh seseorang yang sudah memiliki akun, setelah itu itu calon pengguna akan masuk dalam daftar tunggu.Tetapi, tidak ada jaminan bahwa calon pengguna bisa mendapatkan akun melalui cara tersebut.

Clubhouse saat ini tercatat memiliki 2 juta pengguna, dan saat ini meraka hanya tersedia untuk pengguna iPhone/IOS. Namun diberitakan pengembang, aplikasi itu pada akhirnya akan terbuka untuk semua orang, termasuk pengguna Android.

Baca juga: Softbank Melaporkan Laba Bersih $ 8 Miliar Pada Kuartal III

Sebelum kemunculan Musk di Clubhouse belum lama ini, kehadiran komedian Kevin Hart juga turut mendongkrak popularitas aplikasi yang diluncurkan pada Maret 2020 lalu itu. 

Tags

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks