Startup

Nusantics Raih Pendanaan Seri A Dari East Ventures

ACN Media – Startup biotech, Nusantics mengumumkan pendanaan Seri A yang dipimpin oleh East Ventures. Sebelumnya pada Maret 2020, East Ventures telah memimpin putaran pendanaan tahap awal (seed funding) ke startup tersebut.

Bersamaan dengan pendanaan ini Nusantics juga menunjuk Triawan Munaf sebagai Komisaris. Triawan Munaf adalah Venture Advisor di East Venture.

Baca juga: Dapatkan Pendanaan US$ 30 Juta, Bibit Akan Dorong Lebih Banyak Pemula Untuk Investasi

Nusantics akan mengembangkan produk baru berupa test kit yang dapat mendeteksi virus melalui sampel air liur. Penggunaan air liur meningkatkan efisiensi, tingkat keselamatan tenaga medis, dan membuat proses pengambilan sampel menjadi lebih nyaman.

CTO Nusantics Revata Utama mengatakan, “Metode uji ini juga memungkinkan deteksi potensi penularan karena dapat membedakan sampel mana yang lebih menular [infectious]. Selain itu, kami terus melakukan optimasi agar test kit yang selama ini diproduksi dapat digunakan di semua jenis mesin PCR di Indonesia,”

Nusantics berhasil menggunakan kemampuan perusahaan dalam riset mikrobioma untuk mengembangkan dua generasi alat uji (test kit) Covid-19 berbasis PCR dengan tingkat sensitivitas dan spesifitas tinggi. Test kit tersebut juga mampu mendeteksi beragam mutasi virus Corona di Indonesia, termasuk strain virus yang baru-baru ini mewabah di United Kingdom.

Alat uji generasi pertama telah distribusikan ke 19 provinsi di penjuru Indonesia sebagai bagian dari gerakan Indonesia Pasti Bisa berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kemudian, Nusantics bermitra dengan PT Bio Farma (Persero) dalam pengembangan alat uji generasi kedua yang memangkas proses diagnosis pengujian menjadi tiga lebih cepat.

Alat uji ini juga terbukti masih relevan dengan mutasi virus terkini yang terdeteksi di Inggris. Bio Farma telah memproduksi dan memasarkan kedua generasi test kit tersebut, dengan kapasitas produksi 1,5 juta test kit per bulan yang bisa ditingkatkan hingga 3 juta test kit per bulan.

Sejak putaran pendanaan tahap awal, Nusantics membuka Nusantics Hub di Jakarta, laboratorium mikrobioma pertama di Indonesia yang menyediakan layanan pengujian dan konsultasi untuk perawatan keseimbangan mikrobioma kulit. Perusahaan rintisan tersebut saat ini juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan dalam proyek penelitian dan pengembangan terkait mikrobioma.

CEO Nusantics Sharlini Eriza Putri menyatakan fokus jangka pendek Nusantics akan turut serta dalam upaya penanggulangan pandemi. Sedangkan fokus jangka menengah perusahaan ialah membentuk pemahaman di publik tentang keterkaitan antara keanekaragaman mikrobioma dan kesehatan.

Mikrobioma adalah ekosistem mikroorganisme yang kompleks — seperti bakteri, virus, dan jamur — yang hidup di alam dan di dalam setiap makhluk hidup di Bumi. Setiap orang memiliki profil microbiome yang unik, yang membentuk sistem kekebalan tubuh.

Nusantics didirikan pada 2019 oleh Sharlini Eriza Putri, Vicent Kurniawan, dan Revata Utama. Nusantics akan menggunakan pendanaan di putaran Seri A ini untuk memperkuat kapabilitas penelitian dan pengembangan, sehingga dapat meneruskan inovasi di bidang analisis mikrobioma dan alat diagnosis medis.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks