Internasional

Parlemen AS Perkenalkan RUU Yang Membatasi Perusahaan Teknologi

Gedung parlemen AS

ACN Media – Anggota parlemen bipartisan AS pada hari Jumat (11/6/2021), memperkenalkan lima aturan RUU anti monopoli perusahaan teknologi. RUU ini mengatur untuk membatasi para perusahaan teknologi terutama perusahaan besar untuk tidak menyalahgunakan kekuasaannya.

Dilansir BBC, anggota parlemen menyusun RUU tersebut setelah Subkomite Anti Monopoli melakukan penyelidikan 16 bulan terhadap kekuatan raksasa teknologi (Amazon, Apple, Google, dan Facebook), yang menghasilkan laporan setebal 449 halaman yang menuduh perusahaan mengenakan biaya tinggi, memaksa pelanggan yang lebih kecil ke dalam kontrak yang tidak menguntungkan dan menggunakan “akuisisi pembunuh” untuk melumpuhkan saingan.

kemunculan RUU itu telah ditentang oleh berbagai kelompok. Salah satunya Geoffrey Manne, presiden dan pendiri International Center for Law & Economics, yang pernah menerima dana dari Google ini mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Mengadopsi model regulasi Eropa akan mempersulit perusahaan teknologi Amerika untuk berinovasi dan bersaing baik di sini maupun secara global.”

Baca Juga :  Startup Singapura Pengembang Platform Tanda Tangan Dan Dokumen Digital Meraih Pendanaan US$ 2,45 Juta

CEO kelompok Chamber of Progress, yang didukung oleh Amazon, Facebook, dan Google, menerbitkan sebuah unggahan di Medium awal pekan ini yang menolak RUU itu dengan alasan bahwa konsumen akan kehilangan lebih dari selusin fitur populer jika RUU disahkan.

Neil Bradley dari kamar dagang AS juga menentang RUU tersebut, dia menyampaikan RUU itu hanya menargetkan perusahaan tertentu, dan kebijakan dianggap inkonstitusional.

Meskipun banyak penolakan RUU itu didukung oleh ketua bagian hukum Spotify, Horacio Gutierrez, yang menyebut RUU American Choice and Innovation Online Act merupakan aturan penting dalam mengatasi perilaku anti-persaingan di App Store. Dukungan juga dilakukan oleh Roku perangkat pemutaran siaran yang terhubung secara daring.

Baca Juga :  Glints Dapatkan Pendanaan Seri C Sebesar US$ 22,5 Juta

Dilansir dari BBC, berikut lima aturan RUU yang diperkenalkan anggota parlemen  AS pada 11 Juni tersebut:

  • American Choice and Innovation Online Act –  RUU ini mencegah perusahaan memanipulasi pasar dalam memasarkan produk mereka sendiri
  • Platform Competition and Opportunity Act of 2021 – RUU ini akan mempersulit perusahaan untuk mengakusisi dalam mengalahkan pesaing
  • Ending Platform Monopolies Act – RUU ini melarang monopoli raksasa teknologi AS untuk menjual produk di pasar yang mereka kendalikan
  • Augmenting Compatibility and Competition by Enabling Service Switching (ACCESS) Act – RUU tersebut memudahkan pengguna untuk meninggalkan platform tertentu dan membawa data mereka ke platform pesaing
  • Merger Filing Fee Modernization Act – RUU ini memungkinkan Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal memastikan sumber daya yang mereka butuhkan untuk mengawasi kekuatan monopoli, tanpa biaya bagi pembayar pajak
Baca Juga :  Clubhouse Akan Hadir Di Android

Enable Notifications    OK No thanks