Startup

Pernah Bernilai USD 47 Miliar, Startup Ini Kini Berpotensi Bangkrut

ACN Media, Jakarta – Startup asal Amerika, WeWork sedang jadi pusat perhatian di jagat bisnis maupun teknologi. Mereka sedang dalam posisi sulit karena mengalami rugi besar dan masih harus terus bakar uang.

Pada masa puncak, valuasi WeWork pernah bernilai USD 47 miliar atau di kisaran Rp 667 triliun. Sayang seiring berjalannya waktu, praktik bisnis WeWork banyak dipertanyakan. Pada tahun 2018, diketahui mereka mengalami kerugian masif hingga USD 2 miliar.

WeWork adalah perusahaan yang menyediakan ruang kerja bersama untuk perusahaan rintisan teknologi, wiraswasta, pekerja lepas, UKM, dan perusahaan besar. Perusahaan ini didirikan tahun 2010 dan berkantor pusat di New York City. Mereka memiliki 5.000 karyawan yang tersebar di 32 negara.

WeWork termasuk startup yang agresif mengembangkan bisnis. Mereka masuk ke banyak negara dalam tiga tahun terakhir. Strategi menggaet pelanggan yang digunakan adalah dengan memberikan diskon besar.

Namun diskon tersebut malah jadi boomerang bagi perusahaan. Pada kuartal I-2019 kerugian perusahaan sudah mencapai USD 900 juta. Jika perusahaan melanjutkan membakar uang seperti sekarang ini, sebesar USD 700 juta (Rp 9,8 triliun) per kuartal, perusahaan akan kehabisan uang pada pertengahan kuartal II-2020, tulis analis Bernstein Chris Lane dan Samuel Chen.

Dampak dari kerugian tersebut berujung pada pemecatan CEO WeWork, Adam Neumann pada September lalu.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks