Startup

Startup Andalin Terima Pendanaan Venture Round Dari Beenext

ACN Media – Andalin, Perusahaan rintisan (startup) penyedia platform layanan untuk pelaku UKM untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor mendapatkan pendanaan dari Beenext dengan nilai yang tidak diungkapkan.

Baca juga: Logisly Menutup Pendanaan Seri A Sebesar US$ 6 Juta Investasi Dari Monk Hill Ventures

Dengan pendanaan dari Beenext tersebut, Andalin berencana akan menggunakan dana yang diperoleh untuk memperkuat tim dan memperbanyak penawaran layanannya sekaligus meningkatkan akuisisi klien distributor di Indonesia.

Founder dan CEO Andalin, Rifki Pratomo mengatakan, “Misi kami adalah untuk merampingkan dan terus mengoptimalkan perdagangan internasional untuk bisnis di Indonesia, dimulai dengan logistik lintas batas.”

Andalin yang didirikan pada tahun 2016, telah memperoleh tiga kali pendanaan dari investor. Untuk seed round, Andalin menerimanya dari Mountain Partner pada Januari 2017 dengan nilai yang tak diungkapkan. Kemudian seri A round pada Februari 2019 dari ATM Capital dan Access Ventures. Kemudian baru-baru ini pada akhir Oktober 2020 berupa pendanaan venture round dari Beenext yang berbasis di Singapura.

Andalin mampu memangkas proses pengiriman dari semula membutuhkan 12 step, kini hanya empat step saja. Kemampuan Andalin memangkas step itu lantaran mereka mampu bekerja sama dengan shipping agent dan juga warehouse di beberapa negara di luar negeri. Latar belakang membangun layanan logistik ini didorong fakta di lapangan bahwa Indonesia merupakan negara besar untuk ekspor dan impor namun terbentur proses birokrasi pengiriman yang sangat rumit.

Rifki mengatakan Indonesia sedang mengalami booming manufaktur yang dipercepat oleh perang dagang AS-China, yang mengakibatkan perusahaan merelokasi manufakturnya dari China ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Startup AdaKerja Mengumumkan Pendanaan Dari VC Beenext Sebesar US$ 1 juta

“Bila ingin import, pesan jasa di Andalin, misalkan dari China, kita akan kasih alamat gudang kita di China. Bila dia belanja di Alibaba kita urus shipping-nya sampai di bea cukai dan kita kasih tahu berapa biaya pajaknya. Begitu juga dengan ekspor. Pengguna tinggal kirim barangnya ke gudang kita lalu kita akan urus pengirimannya, misalkan mau ekspor ke AS, kita akan kirimkan sampai ke customer dia di US,” ujar Rifki.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks