Startup

Valuasi Mencapai Rp 14.2 Triliun, Xendit Bergabung Dalam Jajaran Unicorn Asia Tenggara

ACN Media – Xendit mengukuhkan diri sebagai salah satu unicorn tanah air setelah menyelesaikan putaran pendanaan Seri C senilai US$ 150 juta tau setara Rp 2,1 triliun. Total valuasi yang telah dikumpulkan menjadi US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,2 triliun.

Baca juga: SIRCLO Dapatkan Pendanaan US$ 36 Juta Dari East Ventures dan Saratoga

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Tiger Global Management dengan partisipasi dari investor lama seperti Accel, Amasia, dan Goat Capital milik Justin Kan. Dengan dana segar ini, Xendit berencana untuk terus berinovasi dalam rangkaian produk mereka dengan melebarkan ekspansi ke negara-negara tertentu di Asia Tenggara.

Xendit menjadi salah satu startup Indonesia pertama, yang berpartisipasi dalam program akselerator. Perusahaan ini didirikan tahun 2015 oleh Moses Lo selaku CEO, dan Tessa Wijaya yang menjabat COO.

Xendit adalah perusahaan teknologi keuangan yang menyediakan solusi pembayaran dan menyederhanakan proses pembayaran untuk bisnis di Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara, mulai dari UKM dan startup e-commerce hingga perusahaan besar. 

Tessa Wijaya mengungkapkan, pada akhir tahun lalu, Xendit telah mengembangkan perusahaannya ke Filipina, serta mengklaim sudah menjadi salah satu pemain pembayaran terbesar di sana.

Aksi ekspansi ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya pada 2021, ekonomi digital Asia Tenggara diprediksi akan melebihi US$100 miliar dan diproyeksikan meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari US$300 miliar pada 2025.

Co-founder dan CEO Xendit Moses Lo mengatakan, “Kami melihat pergeseran luar biasa ke digital terlebih dahulu. Baik bisnis tersebut adalah toko-toto kecil di Instagram atau perusahaan terbesar di Asia Tenggara, sekarang jelas bahwa bisnis perlu memiliki kehadiran digital,”.

Status baru Xendit sebagai unicorn disebut akan membantu memperkuat misi perusahaan, yakni menyediakan infrastruktur keuangan yang andal dan aman bagi jutaan bisnis di seluruh Asia Tenggara.

Baca juga: Platform E-groceries Pasarnow Dapatkan Pendanaan Tahap Awal Senilai US$ 3.3 Juta

Di tengah lanskap pembayaran yang terfragmentasi di Asia Tenggara, Xendit memungkinkan bisnis menerima pembayaran dari debit langsung, rekening virtual, kartu kredit dan debit, eWallet, gerai ritel, dan cicilan online.

About the author

Eric Kaeng

Founder and CEO of @asemcreativenetwork dan acnmedia.id, explore the latest tech, startups and business in South East Asia.

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks