Internasional

Zhang Yiming Pendiri Dan CEO ByteDance Umumkan Pengunduran Diri

Zhang Yiming dan Liang Rubo

ACN Media – Zhang Yiming, salah satu pendiri ByteDance mengundurkan diri dari perannya sebagai CEO. Tongkat estafet pimpinan perusahaan diberikan kepada Liang Rubo, yang juga merupakan salah satu pendiri perusahaan raksasa internet induk dari TikTok.

Baca juga: Startup Edutech India, UpGrad Menerima Pendanaan Sebesar US$ 120 Juta Dari Temasek

Pengunduran diri Zhang diumumkan dalam surat internal kepada karyawan. Zhang, 38 tahun, mengatakan bahwa dia sedang melakukan transisi untuk menghabiskan lebih banyak waktu pada “strategi jangka panjang, budaya perusahaan, dan tanggung jawab sosial.”

Selama enam bulan ke depan untuk memastikan transisi yang mulus, Zhang akan tetap sebagai anggota dewan di ByteDance. Zhang akan bekerja berdampingan dengan Liang, yang saat ini menjabat kepala sumber daya manusia ByteDance.

Dalam suratnya kepada karyawan, Zhang mengenang masa antara kuliah dan memulai ByteDance di tahun 2012 ketika ia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan masa depan. Hal itu membuatnya menyimpulkan bahwa pembelajaran mesin akan merevolusi cara orang menemukan informasi dan ide tersebut meletakkan dasar bagi distributor konten berbasis algoritme ByteDance seperti Toutiao dan TikTok. Tetapi bertindak sebagai CEO, katanya, dia disibukkan dengan “mendengarkan presentasi, menangani persetujuan, dan membuat keputusan secara reaktif”.

“Inovasi dan kesuksesan berakar dari eksplorasi dan imajinasi yang mungkin dilakukan selama bertahun-tahun. Namun, hanya sedikit orang yang memiliki wawasan nyata tentang masa depan, lebih memilih untuk mencontoh pencapaian saat ini dan masa lalu,” tulis sang pendiri.

Baca juga: Mercular E-Commerce Thailand Meraih Pendanaan Seri A US$ 3 Juta

Zhang juga menyadari bahwa dia bukan tipe manajer yang ideal, dengan mengatakan bahwa dia “lebih tertarik dalam menganalisis prinsip organisasi dan pasar, dan memanfaatkan teori ini untuk mengurangi pekerjaan manajemen, daripada benar-benar mengelola orang”.

“Demikian pula, saya tidak terlalu sosial, lebih memilih aktivitas soliter seperti online, membaca, mendengarkan musik, dan melamun tentang apa yang mungkin bisa dilakukan.”

Liang tampaknya lebih cocok untuk mengenakan topi CEO karena pengalamannya memimpin R&D dan Lark, yang dimulai sebagai alat kolaborasi kerja internal dan kemudian berkembang menjadi produk SaaS lengkap yang dijual ke perusahaan lain.

About the author

acnmedia

Media Online, Informasi Seputar Startup & Teknologi, Bisnis, Entrepreneur & Gaming

Add Comment

Click here to post a comment

Enable Notifications    OK No thanks